Kemana Larinya Keadilan?
Pancasila dengan lima dasarnya sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Hampir setiap Senin pagi kelima sila dari Pancasila itu disebutkan dengan lantang, seolah-olah Pancasila itu sudah mendarah daging dalam diri mereka. Apakah kita, warga negara Indonesia, sudah mengamalkan sila-sila dari  Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari dengan benar? Apakah sudah benar kita mengamalkannya, atau malah terjadi kesalahan dalam pengamalannya?
Sedikit memberikan contoh, Pancasila sila kelima berbunyi, “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sila kelima tersebut menyebutkan kata keadilan yang harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, tapi apakah keadilan di negara ini sudah benar-benar ditegakkan? Ketika kemarin kita dihebohkan dengan kasus pencurian sandal jepit yang dilakukan oleh seorang pelajar, kemana larinya kata-kata keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia? Seorang pelajar yang mencuri sandal jepit harus menerima hukuman atas perbuatannya, tetapi seorang pejabat yang melakukan tindakan korupsi justru malah duduk tenang dibalik meja kerjanya.
Hukum yang ada dan berlaku di Indonesia seharusnya mampu mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa harus membeda-bedakan individu. Ketika seseorang berbuat melanggar hukum, hukuman yang dijatuhkan padanya haruslah yang setimpal dengan kesalahan yang diperbuat. Tapi pada kenyataannya, hukum di Indonesia masih belum mampu menegakkan keadilan seperti apa yang disebutkan dalam Pancasila, sila kelima. Ketika berita seorang pelajar yang mencuri sandal jepit dengan seketika menjadi headline di media massa, banyak sekali gerakan-gerakan yang membela dan menuntut keadilan untuk pelaku. Bagaimana jika berita itu tidak dimuat di media massa, akankah masih ada gerakan-gerakan yang menuntut keadilan itu? Apakah keadilan baru akan terefleksikan ketika hukum di Indonesia dipojokkan oleh pemberitaan yang beredar di media massa?

perlu di renungkan bersama !!


Bottom of Form
Memang harus kita akui ada diantara (oknum) generasi muda saat ini yang mudah emosi dan lebih mengutamakan otot daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran bukan lagi milik pelajar SMP dan SMA tapi sudah merambah dunia kampus (masih ingat kematian seorang mahasiswa di Universitas Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian didalam kampus). Atau kita jarang (atau belum pernah) melihat demonstrasi yang santun dan tidak menggangu orang lain baik kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi ragu apakah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat atau pesanan sang pejabat.
Selain itu, berita-berita mengenai tindakan pencurian kendaraan baik roda dua maupun empat, penguna narkoba atau bahkan pengedar, pemerasan dan perampokan yang hampir setiap hari mewarnai tiap lini kehidupan di negara kita tercinta ini banyak dilakukan oleh oknum golongan terpelajar. Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan (dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi mengajarkan tata susila dan prinsip saling sayang – menyayangi kepada siswa atau mahasiswanya atau kurikulum pendidikan tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim pendidikan kita selama ini ? atau Inikah akibat perilaku para pejabat kita?
Dilain pihak, tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme yang membuat bangsa ini morat-marit dengan segala permasalahanya baik dalam bidang keamanan, politik, ekonomi, sosial budaya serta pendidikan banyak dilakukan oleh orang orang yang mempunyai latar belakang pendidikan tinggi baik dalam negri maupun luar negri. Dan parahnya, era reformasi bukannya berkurang tapi malah tambah jadi. Sehingga kapan krisis multidimensi inI akan berakhir belum ada tanda-tandanya.

PERLU PENDIDIKAN YANG BERMORAL ?????
Kita dan saya sebagai Generasi Muda sangat perihatin dengan keadaan generasi penerus atau calon generasi penerus Bangsa Indonesai saat ini, yang tinggal, hidup dan dibesarkan di dalam bumi republik ini. Untuk menyiapkan generasi penerus yang bermoral, beretika, sopan, santun, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu dilakukan hal-hal yang memungkin hal itu terjadi walaupun memakan waktu lama.
Pertama, melalui pendidikan nasional yang bermoral (saya tidak ingin mengatakan bahwa pendidikan kita saat ini tidak bermoral, namun kenyataanya demikian di masyarakat). Lalu apa hubungannya Pendidikan Nasional dan Nasib Generasi Penerus? Hubungannya sangat erat. Pendidikan pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Dan sumber daya manusia tersebut merupakan refleksi nyata dari apa yang telah pendidikan sumbangankan untuk kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Apa yang telah terjadi pada Bangsa Indonesia saat ini adalah sebagai sumbangan pendidikan nasional kita selama ini.
Pendidikan nasional selama ini telah mengeyampingkan banyak hal. Seharusnya pendidikan nasional kita mampu menciptakan pribadi (generasi penerus) yang bermoral, mandiri, matang dan dewasa, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok.Tapi kenyataanya bisa kita lihat saat ini. Pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme baik di legislative, ekskutif dan yudikatif semuanya orang-orang yang berpendidikan bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka bergelar dari S1 sampai Prof. Dr. Contoh lainnya, dalam bidang politik lebih parah lagi, ada partai kembar , anggota dewan terlibat narkoba, bertengkar ketika sidang, gontok-gontokan dalam tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu (Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat kalau dalam diri partai saja belum kompak).
Dan masih ingatkah ketika terjadi jual beli kata-kata umpatan (“bangsat”) dalam sidang kasus Bulog yang dilakukan oleh orang-orang yang mengerti hukum dan berpendidikan tinggi. Apakah orang-orang seperti ini yang kita andalkan untuk membawa bangsa ini kedepan? Apakah mereka tidak sadar tindak-tanduk mereka akan ditiru oleh generasi muda saat ini dimasa yang akan datang? Dalam dunia pendidikan sendiri terjadi penyimpangan-penyimpang yang sangat parah seperti penjualan gelar akademik dari S1 sampai S3 bahkan professor (dan anehnya pelakunya adalah orang yang mengerti tentang pendidikan), kelas jauh, guru/dosen yang curang dengan sering datang terlambat untuk mengajar, mengubah nilai supaya bisa masuk sekolah favorit, menjiplak skripsi atau tesis, nyuap untuk jadi pegawai negeri atau nyuap untuk naik pangkat sehingga ada kenaikan pangkat ala Naga Bonar.
Di pendidikan tingkat menengah sampai dasar, sama parahnya, setiap awal tahun ajaran baru. Para orang tua murid sibuk mengurusi NEM anaknya (untungsnya, NEM sudah tidak dipakai lagi, entah apalagi cara mereka), kalau perlu didongkrak supaya bisa masuk sekolah-sekolah favorit. Kalaupun NEM anaknya rendah, cara yang paling praktis adalah mencari lobby untuk memasukan anaknya ke sekolah yang diinginkan, kalau perlu nyuap. Perilaku para orang tua seperti ini (khususnya kalangan berduit) secara tidak langsung sudah mengajari anak-anak mereka bagaimana melakukan kecurangan dan penipuan. (makanya tidak aneh sekarang ini banyak oknum pejabat jadi penipu dan pembohong rakyat). Dan banyak lagi yang tidak perlu saya sebutkan satu per satu dalam tulisan ini.
Kembali ke pendidikan nasional yang bermoral (yang saya maksud adalah pendidikan yang bisa mencetak generasi muda dari SD sampai PT yang bermoral. Dimana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik kearah kedewasaan, kemandirian dan bertanggung jawab, tahu malu, tidak plin-plan, jujur, santun, berahklak mulia, berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga, masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya.Tetapi sebaliknya, mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai didunia internasional. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan.
Dengan kata lain, proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik harus dilakukan dengan gaya dan cara yang bermoral pula. Dimana ketika berlangsung proses tranformasi ilmu pengetahuan di SD sampai PT sang pendidik harus memiliki moralitas yang bisa dijadikan panutan oleh peserta didik. Seorang pendidik harus jujur, bertakwa, berahklak mulia, tidak curang, tidak memaksakan kehendak, berperilaku santun, displin, tidak arogan, ada rasa malu, tidak plin plan, berlaku adil dan ramah di dalam kelas, keluarga dan masyarakat. Kalau pendidik mulai dari guru SD sampai PT memiliki sifat-sifat seperti diatas. Negara kita belum tentu morat-marit seperti ini.
Kedua, Perubahan dalam pendidikan nasional jangan hanya terpaku pada perubahan kurikulum, peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan fasilitas. Misalkan kurikulum sudah dirubah, anggaran pendidikan sudah ditingkatkan dan fasilitas sudah dilengkapi dan gaji guru/dosen sudah dinaikkan, Namun kalau pendidik (guru atau dosen) dan birokrat pendidikan serta para pembuat kebijakan belum memiliki sifat-sifat seperti diatas, rasanya perubahan-perubahan tersebut akan sia-sia. Implementasi di lapangan akan jauh dari yang diharapkan Dan akibat yang ditimbulkan oleh proses pendidikan pada generasi muda akan sama seperti sekarang ini. Dalam hal ini saya tidak berpretensi menyudutkan guru atau dosen dan birokrat pendidikan serta pembuat kebijakan sebagai penyebab terpuruknya proses pendidikan di Indonesia saat ini. Tapi adanya oknum yang berperilaku menyimpang dan tidak bermoral harus segera mengubah diri sedini mungkin kalau menginginkan generasi seperti diatas.
Selain itu, anggaran pendidikan yang tinggi belum tentu akan mengubah dengan cepat kondisi pendidikan kita saat ini. Malah anggaran yang tinggi akan menimbulkan KKN yang lebih lagi jika tidak ada kontrol yang ketat dan moralitas yang tinggi dari penguna anggaran tersebut. Dengan anggaran sekitar 6% saja KKN sudah merajalela, apalagi 20-25%.
Ketiga, Berlaku adil dan Hilangkan perbedaan. Ketika saya masih di SD dulu, ada beberapa guru saya sangat sering memanggil teman saya maju kedepan untuk mencatat dipapan tulis atau menjawab pertanyaan karena dia pintar dan anak orang kaya. Hal ini juga berlanjut sampai saya kuliah di perguruan tinggi. Yang saya rasakan adalah sedih, rendah diri, iri dan putus asa sehingga timbul pertanyaan mengapa sang guru tidak memangil saya atau yang lain. Apakah hanya yang pintar atau anak orang kaya saja yang pantas mendapat perlakuan seperti itu.? Apakah pendidikan hanya untuk orang yang pintar dan kaya? Dan mengapa saya tidak jadi orang pintar dan kaya seperti teman saya? Bisakah saya jadi orang pintar dengan cara yang demikian?
Dengan contoh yang saya rasakan ini (dan banyak contoh lain yang sebenarnya ingin saya ungkapkan), saya ingin memberikan gambaran bahwa pendidikan nasional kita telah berlaku tidak adil dan membuat perbedaan diantara peserta didik. Sehingga generasi muda kita secara tidak langsung sudah diajari bagaimana berlaku tidak adil dan membuat perbedaan. Jadi, pembukaan kelas unggulan atau kelas akselerasi hanya akan membuat kesenjangan sosial diantara peserta didik, orang tua dan masyarakat. Yang masuk di kelas unggulan belum tentu memang unggul, tetapi ada juga yang diunggul-unggulkan karena KKN. Yang tidak masuk kelas unggulan belum tentu karena tidak unggul otaknya tapi karena dananya tidak unggul. Begitu juga kelas akselerasi, yang sibuk bukan peserta didik, tapi para orang tua mereka mencari jalan bagaimana supaya anaknya bisa masuk kelas tersebut.
Kalau mau membuat perbedaan, buatlah perbedaan yang bisa menumbuhkan peserta didik yang mandiri, bermoral. dewasa dan bertanggungjawab. Jangan hanya mengadopsi sistem bangsa lain yang belum tentu cocok dengan karakter bangsa kita. Karena itu, pembukaan kelas unggulan dan akselerasi perlu ditinjau kembali kalau perlu hilangkan saja.
Contoh lain lagi , seorang dosen marah-marah karena beberapa mahasiswa tidak membawa kamus. Padahal Dia sendiri tidak pernah membawa kamus ke kelas. Dan seorang siswa yang pernah belajar dengan saya datang dengan menangis memberitahu bahwa nilai Bahasa Inggrisnya 6 yang seharusnya 9. Karena dia sering protes pada guru ketika belajar dan tidak ikut les dirumah guru tersebut. Inikan! contoh paling sederhana bahwa pendidikan nasional kita belum mengajarkan bagaimana berlaku adil dan menghilangkan Perbedaan.
PEJABAT HARUS SEGERA BERBENAH DIRI DAN MENGUBAH PERILAKU
Kalau kita menginginkan generasi penerus yang bermoral, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Maka semua pejabat yang memegang jabatan baik legislative, ekskutif maupun yudikatif harus berbenah diri dan memberi contoh dulu bagaimana jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok kepada generasi muda mulai saat ini.
Karena mereka semua adalah orang-orang yang berpendidikan dan tidak sedikit pejabat yang bergelar Prof. Dr. (bukan gelar yang dibeli obral). Mereka harus membuktikan bahwa mereka adalah hasil dari sistim pendidikan nasional selama ini. Jadi kalau mereka terbukti salah melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme, jangan cari alasan untuk menghindar. Tunjukan bahwa mereka orang yang berpendidikan , bermoral dan taat hukum. Jangan bohong dan curang. Apabila tetap mereka lakukan, sama saja secara tidak langsung mereka (pejabat) sudah memberikan contoh kepada generasi penerus bahwa pendidikan tinggi bukan jaminan orang untuk jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Jadi jangan salahkan jika generasi mudah saat ini meniru apa yang mereka (pejabat) telah lakukan . Karena mereka telah merasakan, melihat dan mengalami yang telah pejabat lakukan terhadap bangsa ini.
Selanjutnya, semua pejabat di negara ini mulai saat ini harus bertanggungjawab dan konsisten dengan ucapannya kepada rakyat. Karena rakyat menaruh kepercayaan terhadap mereka mau dibawah kemana negara ini kedepan. Namun perilaku pejabat kita, lain dulu lain sekarang. Sebelum diangkat jadi pejabat mereka umbar janji kepada rakyat, nanti begini, nanti begitu. Pokoknya semuanya mendukung kepentingan rakyat. Dan setelah diangkat, lain lagi perbuatannya. Contoh sederhana, kita sering melihat di TV ruangan rapat anggota DPR (DPRD) banyak yang kosong atau ada yang tidur-tiduran. Sedih juga melihatnya. Padahal mereka sudah digaji, bagaimana mau memperjuangkan kepentingan rakyat. Kalau ke kantor hanya untuk tidur atau tidak datang sama sekali. Atau ada pengumuman di Koran, radio atau TV tidak ada kenaikan BBM, TDL atau tariff air minum. Tapi beberapa minggu atau bulan berikutnya, tiba-tiba naik dengan alasan tertentu. Jadi jangan salahkan mahasiswa atau rakyat demonstrasi dengan mengeluarkan kata-kata atau perilaku yang kurang etis terhadap pejabat. Karena pejabat itu sendiri tidak konsisten. Padahal pejabat tersebut seorang yang bergelar S2 atau bahkan Prof. Dr. Inikah orang-orang yang dihasilkan oleh pendidikan nasional kita selama ini?
Harapan
Dengan demikian, apabila kita ingin mencetak generasi penerus yang mandiri, bermoral, dewasa dan bertanggung jawab. Konsekwensinya, Semua yang terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia harus mampu memberikan suri tauladan yang bisa jadi panutan generasi muda. jangan hanya menuntut generasi muda untuk berperilaku jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok.
Tapi para pemimpin bangsa ini tidak melakukannya. Maka harapan tinggal harapan saja. Karena itu, mulai sekarang, semua pejabat mulai dari level tertinggi hingga terendah di legislative, eksekutif dan yudikatif harus segera menghentikan segala bentuk petualangan mereka yang hanya ingin mengejar kepentingan pribadi atau kelompok sesaat dengan mengorbankan kepentingan negara. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki panutan-panutan yang bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini kedepan.

Salam pendidikan Indonesia !!

Dikutip dari Sumber: http://re-searchengines.com/amukminin.html


GAYA BARU SISTEM IMAGE MASTERING WINDOWS 7

Adapted from posting by By Nurul Hammamy, S.Kom
Instruktur TKJ SMK INFORMATIKA Wonosobo

Semenjak rilis Windows Vista hingga Windows 8, Microsoft menggunakan model mastering instalasi OS yang berbeda dengan OS Windows XP. Perbedaan yang utama terletak pada penggunaan format kompresi file-file sistem yang akan diinstall pada komputer. Pada OS Windows XP, master installer Windows OS dikemas menggunakan format kompresi CAB, singkatan dari cabinet. Yang mana setiap file dari OS akan dicompress secara sendiri-sendiri per satuan file. Contohnya untuk file explorer.exe akan dikemas (compressed) dengan nama file explorer.ex_ , file-file archive yang berisi beberapa files dikemas dalam format file CAB. Contohnya: DRIVERS.CAB atau SP3.CAB.
Namun kalau kita lihat pada content DVD Windows Vista, 7 and Win 8, mastering model begitu dah ndak digunakan lagi. Microsoft sudah menggantinya dengan sistem imaging baru yaitu : WIM (Windows Image File). Coba lah anda lihat dan perhatikan pada DVD Windows 7 misalnya. Pada folder SOURCES bisa dilihat ada file dengan extension WIM yaitu INSTALL.WIM dan BOOT.WIM. Kedua file ini mempunyai size yang lumayan besar. Yang paling gede adalah file bernama INSTALL.WIM ini. Sizenya lebih dari 2 Giga Byte. Wow... keren...!! Dulu pertama saya lihat juga terheran-heran dengan size nya yang luar biasa. Tetapi setelah saya lihat isinya menggunakan program 7-Zip ternyata isinya adalah semua files dan folder yang akan dicopykan ke harddisk pada saat kita meng-install Windows 7. Dan setelah dimekarkan (diinstall) pada harddisk file ini akan memakan space sekitar 8GB. Wow... berarti 2GB itu adalah file dengan tingkat kompresi yang sangat tinggi. Canggih juga microsoft dengan metode barunya ini.
Selain itu yang lebih asyik dan canggih adalah kemudahan dan flexibilitas deployment yang bisa dilakukan. Kalau kita mau membaca dan mempelajari kelebihan-2 nya maka kita jadi tahu bahwa Microsoft emang dah lebih berfikir dan memberikan peluang yang lebih luas untuk melakukan deployment OS sejak rilis Windows Vista. Untuk keperluan men-deploy master instalasi OS Windows 7, Microsoft telah menyediakan program DISM.EXE yang dah dibawakan pada Windows 7. *) DISM = Deployment Image and Servicing Management.
Dengan menggunakan program DISM ini user bisa memodifikasi sendiri sesuai kebutuhan dan keinginannya, istilahya : CUSTOMIZE master Instalasi Windows 7 as possible as you wish and need.Untuk bisa meng-customize sendiri master installer Windows 7 anda bisa memulai dengan mempelajari cara-cara penggunaan program DISM. Karena hampir semuanya menjadi mungkin jika anda sudah memahaminya dengan baik dan benar.
Selamat belajar sistem deployment OS Windows 7 dengan menggunakan DISM.

Salam Informatika - TKJ INKA never dies ...

Manajemen Paket Program Aplikasi (packages) di Linux Debian / Ubuntu Menggunakan APT

Adapted from posting by By Nurul Hammamy, S.Kom
Instruktur TKJ SMK INFORMATIKA Wonosobo

Bagi para linuxer yang terbiasa dengan penggunaan CLI (text mode) commands pada shell prompt atau console Linux, tentu dah sangat mengenal (familiar) dengan penggunaan perintah APT (Advanced Packaging Tool).

Salah satu perintah program yang paling sering digunakan sewaktu berurusan dengan pekerjaan: install program, hapus (uninstall) program, mengecek versi program dan dependency-nya dan lain-lain.

Artikel berikut bisa jadi referensi (bahan bacaan) bagi sohib yang ingin lebih mengenal variasi dan dayaguna dari perintah APT untuk urusan manajemen program aplikasi khususnya di OS Linux Debian dan Ubuntu. Semoga bermanfaat. Amin.. Salam Open Source (SOS)
download dibawah ini :


Let’s learn Linux and get smart!

SMK INFORMATIKA Wonosobo
Jl. Mayjend. Bambang Sugeng No.1
Sidojoyo, Wonosobo, Jawa Tengah

MENGATASI PERMASALAHAN WINDOWS 7 GAGAL BOOTING

Adapted from posting by By Nurul Hammamy, S.Kom
Instruktur TKJ SMK INFORMATIKA Wonosobo

Permasalahan gagal booting Windows 7 sering terjadi dengan berbagai sebab yang terkadang tdk kita tahu. Salah satunya adalah disebabkan akibat otak-atik partisi, install dual OS dengan Windows XP atau OS lain. Sebab yang juga sering saya alami adalah install Windows 7 dengan cara cloning dari image GHO atau WIM.

Beberapa hari yang lalu, sempat terjadi permasalahan saat saya install "Windows 7 Home edition 32 bit" di laptop Toshiba muridku menggunakan cara cloning (maksudnya biar lebih cepat dan tidak memakan waktu). Permasalahannya karena muncul Blue Screen error pada saat Windows start-up. Maklum saja karena udah sore dan capek + buru-2 jadi saya putuskan untuk install pake cloning saja. Saya sudah siapkan senjatanya : Flashdisk Hirens Bootable yang sdh dilengkapi program andalan warisan leluhur Symantec Ghost 11.5.1 Corporate, juga file image Win7Home.gho yang dah tersimpan di HDD external.

Pertama-tama laptop pasien saya cek partisinya, ada partisi System Reserved 100MB, kemudian partisi C: yang berisi Windows 7 Home yang dah terinstall sebelumnya. Saya backup dokumen-2 penting ke partisi D: untuk pengamanan. Kemudian setelah tahap backup selesai, saya restart laptop, masuk BIOS untuk mengatur boot order dari Removable Disk.

Setelah berhasil membooting laptop dengan Hiren's BootCD yang dah ditransfer ke Flashdisk, saya jalankan program MiniTool Partition Wizard 7.5 Server edition. Maksudnya adalah mau saya hapus (delete) partisi System Reserved dan partisi C: di laptop. Kemudian saya buat partisi baru lagi yang berisi satu partisi saja (C: only) tanpa pake System Reserved. Tahapan ini berjalan dengan sukses, lancar tanpa kendala. Selanjutnya saya restart kembali laptop, untuk merefresh table partisi yang barusan dibuat. Saya juga dah pasang HDD external yang berisi file image Win7Home.gho yang akan saya clone ke partisi C: laptop. Singkat kata semuanya berjalan dengan cepat (kurleb 5 menitan) untuk proses restore image ke partisi C:. Setelah proses cloning selesai, restart laptop, boot dari HDD dan langsung muncul error boot yang intinya bahwa OS tdk bisa diboot.

Masalah ini sebenarnya dah klise dan bukan sesuatu yang perlu dirisaukan apalagai sampai kita galau dan putus asa.
Kenapa? Karena cara mengatasinya gampang-gampang susah. Kadang mudah dan langsung bisa teratasi tetapi kadang juga bikin sebel dan keki. (gaul dikitt... gpp). Jurus-jurus pun dijalankan untuk mengatasi error klise ini.

Berikut ini langkah-2 nya secara singkat dan mudah-2 an berhasil.
hehehe... (namanya juga usaha... yang penting anda tahu/mengerti maksud perintah yang anda jalankan), tapi jangan cuma ngarang, ngawur dan wagu (tanpa referensi).

1) Boot laptop/PC dengan Windows 7 DVD dan pada saat muncul jendela "Install Now..." , pilih menu "Repair Your Computer"
2) Kemudian pada jendela "System Recovery Options" pilih menu yang terbawah : "Command Prompt"
3) Maka anda akan dibawa masuk ke jendela Command Prompt, untuk mengetikkan beberapa perintah recovery dan perbaikan.
4) Perintah-perintah yang bisa anda jalankan adalah sbg berikut (dijalankan berurutan) :
- bootrec.exe /FixMBR (enter)
- bootrec.exe /FixBoot (enter)
- bootrec.exe /RebuildBCD (enter)

Penjelasan: perintah pertama --> untuk mengupdate (memperbaiki) informasi boot partition pada MBR di HDD
Yang kedua : --> untuk memperbaiki agar partisi C: dijadikan partisi boot OS, dan yang ketiga : --> untuk membuat ulang (rebuild) file BCD (Boot Configuration Data) yang valid untuk proses start-up Windows 7.

5) Jika ketiga perintah diatas masih belum berhasil juga, maka kita perlu membuat file BCD yang baru, caranya:
- ketik beberapa baris commands sbg bkrt:
a) bcdedit /export C:\BCD_backup
b) C: (enter)
c) cd boot (enter)
d) ren C:\boot\bcd bcd.old (enter)
e) bootrec /RebuildBCD (enter)

6) Langkah lebih lanjut jika belum berhasil juga :
a) jalankan program Diskpart.exe dari CMD prompt window
b) jalankan commands :
- sel dis 0 --> memilih obyek HDD internal yang terpasang di laptop
- sel par 1 --> memilih partisi ke 1
- active (enter)
- assign letter=C (enter)
- bootsect /nt60 C: (enter)
- exit

7) Restart komputer, jika belm berhasil juga maka coba menjalankan menu "Start up Repair" yang ada di jendela "System Recovery Options".
Ikuti instruksi yang ada di layar. Intinya pilih partisi Windows-nya (C:), scanning lokasi Windows berada, lalu klik Next ketika muncul pesan "Repair Start Up and Reboot".

Berdoalah semoga usaha reparasi error booting Windows 7 anda bisa berhasil.
Harapan saya sedikit trik ini bisa membantu rekan-2 lain yang mengalami kasus serupa. Amien...

BEBERAPA TRIK MEMBUAT WINDOWS 7 REPAIR DISC

Adapted from posting by By Nurul Hammamy, S.Kom
Instruktur TKJ SMK INFORMATIKA Wonosobo

"Windows 7 Repair Disc" merupakan CD buat keperluan recovery sistem (OS) Windows 7 yang mengalami trouble (error). Bisa digunakan untuk melakukan start up komputer dgn Windows 7 dan melaksanakan beberapa prosedur recovery sistem ketika terjadi masalah. Keberadaan CD ini menurut saya sangat penting karena berguna banget (a very handy toolkit) ketika menangani permasalahan Windows 7 yang mengalami trouble/error pada proses start-up. Fitur yang bisa dijalankan adalah Recovery Environmet, Start Up Repair, Membuat Backup dan Merestore System, menjalankan restore point, juga bisa masuk ke Command Prompt untuk menjalankan perintah-2 berbasis Text (CLI) guna upaya pemulihan/perbaikan error. Walaupun kita kebetulan tidak membawa DVD master/installernya Windows 7, tetapi kita masih bisa menjalankan operasi recovery dengan bantuan CD ini. Recovery Disc juga bisa dicopykan (di-install) ke flashdisk jika anda membutuhkan untuk menangani trouble OS Win7 pada netbook. Perlu dicatat bahwa untuk OS Win7 32bit dan 64bit masing-2 harus menggunakan versi yang sesuai platformnya. Tetapi untuk edisinya asalkan sama platformnya tdk masalah. Misalnya Windows7 Starter sampai Win 7 Ultimate x86 edition bisa direpair dengan Windows 7 Recovery Disc 32-bit. begitu pula untuk Win7 x64.

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN WINDOWS 7 RECOVERY DISC

A. Komputer anda mempunyai ODD (CD-DVD Writer) dan terinstall Windows 7

- Ketik "System" pada search box start menu Windows 7, kemudian klik link "Create a System Repair Disc"
- Pilih drive (DVD-CD Writer) di komputer anda, masukkan CD blank, klik tombol Create Disc.

B. Komputer tidak mempunyai DVD Writer drive. Tapi anda punya flashdisk. Bagaimana caranya?
** Prosesnya agak rempong dikit, tapi bisa anda coba kalo mau.
Pada Situasi B ini, anda bisa membuat System Repair Disc Win7 menjadi file ISO, atau mentransfernya ke Flashdisk.

Prosedurnya:
NB: Dalam contoh ini saya menggunakan Windows 7 32 bit Ultimate yang terinstall di partisi C:

1) Buatlah sebuah folder di partisi E: dikasih nama "W7_RepDisk_x86" lalu buat 2 buah folder lagi di dalamnya, kasih nama BOOT dan SOURCES.
2) Untuk ini kita bisa gunakan My Computer atau atau perintah CLI - CMD prompt:
C:\>mkdir "E:\W7_RepDisc_x86\BOOT && mkdir "E:\W7_RepDisc_x86\SOURCES (enter)
3) Buka folder "Recovery" pada partisi Windows berada, misalnya "C:\Recovery"
4) Buka folder bernama "dcca947a...." atau serupa itu, (nama foldernya panjang banget, menggunakan kombinasi huruf dan angka acak)
5) Didalam folder ini akan terdapat 2 buah file, yaitu "boot.sdi" dan "winre.wim"
6) Copykan file boot.sdi ke folder "E:\W7_RepDisc_x86\BOOT", lalu copykan "WINRE.WIM" ke folder "E:\W7_RepDisc_x86\SOURCES" dan file WINRE.WIM diganti namanya dengan BOOT.WIM
7) Lalu anda buka folder C:\Windows\boot\DVD\PCAT, copykan file BCD ke folder "E:\W7_RepDisc_x86\BOOT"
8) Kemudian copykan "C:\windows\boot\dvd\pcat\en-US\bootfix.bin" ke lokasi "E:\W7_RepDisc_x86\BOOT"
9) Lalu copykan "C:\windows\boot\PCAT\bootmgr" ke "E:\W7_RepDisc_x86\"
10) masuk CMD prompt, ketik perintah :
attrib -r -s -h E:\W7_RepDisc_x86\*.* /s /d (enter)
11) Download program OSCDIMG.EXE dan ETFSBOT.COM dari link address :


Buka file "Tools_RepDisc.zip" yang dah anda download menggunakan program WinRAR atau 7-Zip. Buka folder X86 jika Windows anda versi 32-bit, Lalu extract di lokasi F:\
NB: Jangan diextract di subfolder, tetapi di root-nya drive F:

12) Buka Command Prompt window, (CMD), jalankan perintah ini pada CMD prompt.
- F: (enter)
- cd \ (enter)
- oscdimg.exe -lWIN7x86REPCD -t08/17/2011,10:15:00 -h -u1 -b"etfsboot.com" F:\W7_RepDisc_x86 F:\WIN7_X86_REPDISC.ISO
- exit

Maksud perintah diatas adalah untuk membuat file image ISO Windows 7 System Repair Disc. File ISO akan dibuat dan disimpan dengan nama "F:\WIN7_X86_REPDISC.ISO"

13) File ISO tersebut bisa dicopy ke flashdisk anda kemudian diburning ke CD di komputer lain yang ada CD-DVD Writernya.

C. MEN-TRANSFER "WINDOWS 7 REPAIR DISC" KE FLASHDISK

Jika anda ingin bisa menjalankan Windows 7 Repair Disc ini dari flahsdisk, maka kita perlu copykan semua isi folder "E:\E:\W7_RepDisc_x86" ke flashdisk anda. Dengan menggunakan perintah Send To pada context menu My Computer. Tujuan copy adalah huruf drive flashdisk anda.
Setelah proses copy selesai, lalu jalankan beberapa perintah ini:

- diskpart (enter)
- list disk (enter)
(lihat baik-baik yang mana no index flashdisk anda (no urut), jika flashdisknya terdeteksi sebagai DISK 1, maka jalankan perintah selanjutnya)
- sel disk 1 (enter)
- sel par 1 (enter)
- active (enter)
- list vol (enter)
(Perhatikan huruf drive flashdisk anda pada daftar yang muncul di layar) , misalnya huruf drive flashdisk adalah H: , jalankan perintah selanjutnya
- exit (enter)
(Anda masih berada di CMD prompt window, jalankan perintah ini :
- bootsect /nt60 H: (enter)

Jika proses berhasil, maka anda bisa coba menggunakan flashdisk anda untuk memboot komputer dan menjalankan Win7 Repair program dari Flashdisknya.
- NB: jika anda mau mengetestnya tanpa harus boot dari komputer, anda bisa gunakan program Emulasi seperti QEMU yang ada di software "RMPrep USB" atau "Moba LiveCD"

Selamat mencoba trik ini. Semoga bermanfaat. Amien

Sumber Inspirasi :
Praktik bersama siswa kelas TKJ, pengalaman pribadi dan juga walkthrough di lab Instalasi OS - Teknik Komputer & Jaringan SMK INFORMATIKA Wonosobo.

Referensi:
- "Installing Windows 7 System Recovery into USB Flash Drive" by Raymond

Semoga berguna. Salam Inovatika, TKJ never dies !!
Asif Maulana ..


Untuk konfigurasi DNS menggunakan linux debian versi 5.0 tutorialnya bias download delink bawah ini !!

Download tutorialnya di :


Let’s learn Linux and get smart!

SMK INFORMATIKA Wonosobo
Jl. Mayjend. Bambang Sugeng No.1
Sidojoyo, Wonosobo, Jawa Tengah

© 2012 by Asif Maulana